KERAJAAN TARUMANEGARA
Kehidupan Politik
Kerajaan Tarumanegara terletak di Bogor, Jawa Barat. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu tertua kedua di Indonesia. Sumber-sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara dapat dikategorikan menjadi dua, bukti yang berada di luar dan bukti yang ada di dalam negeri. Bukti dari luar meliputi
menceritakan bahwa di Ye-po-ti hanya sedikit dijumpai orang-orang yang
beragama Buddha, yang banyak adalah orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme.
b. Berita Dinasti Sui, menceritakan bahwa tahun 528 dan 535 telah datang utusan dari To- lo-mo yang terletak di sebelah selatan.
Sebuah berita Cina pada masa Dinasti Tang mencatat adanya kerajaan To-lo-mo yang mengirimkan utusan ke Cina beberapa kali, antara lain tahun 528, 538, 665, dan 666 M. Utusan Kerajaan To-lo-mo ini melakukan misi diplomasi guna menjalin hubungan yang baik antar keduanya. Diperkirakan yang dimaksud denan Kerajaan To-lo-mo tersebut adalah Kerajaan Tarumanegara yang ada di Pulau Jawa. (Poesponegoro dan Notosusanto [ed], 2010; Mustopo dkk., 2006)
Ke tujuh prasasti tersebut berbahasa Sanskerta dan berhuruf Pallawa. Isi Prasasti Ciaruteun selain berisi empat baris kalimat, pada prasasti ini juga dipahatkan lukisan seperti lukisan lebah-lebah dan sepasang telapak kaki. Empat baris kalimat itu berbunyi: "ini kedua telapak kaki, yang seperti kaki Dewa Wisnu, ialah kaki yang Mulia Purnawarman, raja di negeri Taruma, raja yang sangat gagah berani". Sedangkan isi prasasti Kebon Kopi yakni adanya dua kaki gajah yang disamakan dengan tapak kaki gajah Airawati (gajah kendaran Dewa Wisnu). Prasasti Jambu berisi tentang kegagahan raja Purnawarman. Bunyi prasasti itu antara lain :"gagah, mengagumkan dan jujur terhadap tugasnya adalah pemimpin manusia yang tiada taranya, yang termasyhur Sri Purnawarman, yang memerintah di Taruma dan yang baju zirahnya tak dapat ditembus oleh musuh ..." Prasasti yang diketemukan semuanya tidak berangka tahun, namun dari huruf yang dipakai dapat diperkirakan bahwa Kerajaan Tarumanegara yang berkuasa di Jawa Barat sekitar abad ke-5 M dengan rajanya Purnawarman.
Selain bersumber dari prasasti, terdapat sebuah kitab peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang berjudul Wangsakerta. Kitab ini memuat silsilah raja kerajaan Tarumanegara yang diawali dari nama Jayasingawarman hingga nama Linggawarman. Walaupun dikatakan kitab ini masih diragukan keabsahannya, namun informasi yang terkandung di dalamnya cukup dapat dijadikan pandangan. Silsilah raja Tarumanegara yang tercantum adalah sebagai berikut.
Kehidupan Sosial Ekonomi
Corak utama kehidupan perekonomian masyarakat Tarumanegara adalah pertanian dan peternakan. Hal ini dapat diketahui dari isi Prasasti Tugu yakni tentang pembangunan atau penggalian saluran Gomati yang panjangnya mencapai 6112 tombak (12 km). Sungai ini selesai dikerjakan oleh rakyat Tarumanegara dalam kurun waktu 21 hari. Selesai penggalian Raja Purnawarman mengadakan selamatan dengan memberikan hadiah sebanyak 1.000 ekor lembu kepada para brahmana. Pembangunan/penggalian itu mempunyai arti ekonomis bagi rakyat, karena dapat digunakan sebagai sarana pengairan dan pencegahan banjir. Selain penggalian saluran
Gomati dalam prasasti Tugu juga disebutkan penggalian saluran Candrabhaga. Dengan demikian rakyat akan hidup makmur, aman, dan sejahtera.
Kehidupan Kebudayaan
Dilihat dari teknik dan cara penulisan huruf-huruf pada prasasti-prasasti yang ditemukan sebagai bukti keberadaan Kerajaan Tarumanegara, maka dapat diketahui bahwa kehidupan kebudayaan masyarakat pada masa itu sudah tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar